WhatsApp
betapramestiasia

Leaching yang Terganjal Mineralogi: Saat Karbon “Mencuri” Emas dan Gangue Memakan Asam Tembaga

  • beta-pramesti-asia
  • industri-gold-dan-copper-mining
  • proses-leaching

Leaching yang Terganjal Mineralogi: Saat Karbon “Mencuri” Emas dan Gangue Memakan Asam Tembaga

Di emas, bijih “preg-robbing” bisa menelan >50% Au yang sudah terlarut. Di tembaga, karbonat dan silikat menghabiskan puluhan kilogram H₂SO₄ per ton. Keduanya butuh pretreatment kimia yang tepat agar recovery dan biaya tetap masuk akal.

Industri: Gold_&_Copper_Mining | Proses: Leaching

Pada emas, fenomena preg-robbing terjadi ketika materi karbon bawaan (graphitic, humic, dan sejenisnya) di dalam bijih mengadsorpsi kompleks Au–CN yang sudah terlarut sehingga tidak bisa direcoveri. Dampaknya bisa memangkas perolehan—dari beberapa persen sampai lebih dari 50% emas hasil leach—tergantung tipe dan “kematangan” karbon gmj.umat.edu.gh. Pada tembaga, gangue (mineral ikutan tak bernilai) seperti karbonat dan silikat mengonsumsi asam leach, menaikkan pH dan memicu presipitasi yang menghambat ekstraksi.

Permainan berubah ketika pretreatment kimia diterapkan. Studi menunjukkan kombinasi flotasi, “blinding” oleh minyak/ surfaktan, resin-in-leach, hingga oksidasi (pressure oxidation/PO, bio-oksidasi) dan kondisioning kaustik suhu tinggi bisa membalik keadaan—gold recovery melonjak dari 28,7% ke ~75–80% atau bahkan ~90%+ tergantung rutenya mdpi.com mdpi.com. Pada leaching tembaga, strategi memisahkan/menetralkan “acid consumer” dapat memangkas konsumsi asam hingga ~50% patentsencyclopedia.com.

Skala dampak preg-robbing pada emas

Secara kuantitatif, Amankwah dkk. (2017) mengukur kapasitas adsorpsi emas (g Au per ton karbon selama 24 jam): ~30–65 (serpih kayu berkematangan rendah), 320–370 (arang), 410–420 (barren carbon), dan 580–650 (activated carbon). Karbon yang “matang” mengadsorpsi Au jauh lebih kuat—activated carbon >10× serpih kayu gmj.umat.edu.gh gmj.umat.edu.gh. Dalam praktik, keberadaan “black shale” atau lignit aktif bisa mengunci puluhan kilogram Au per ton karbon; bila tak terambil, konsumsi reagen naik dan payout menyusut.

Di uji pabrik, *preg-robbing potential* (persen Au–CN standar yang teradsorpsi oleh bijih) di atas ~20% dikategorikan “aktif” dan lazimnya perlu pretreatment 911metallurgist.com. Ocampo‑López dkk. (2024) menunjukkan mitigasi preg‑robbing krusial untuk tinggi-rendemen: penggunaan protonated activated carbon (PAcC) pada CIL (carbon‑in‑leach, adsorpsi karbon langsung di pulp) memberi ~90%+ recovery dengan hanya 0,13% Au tersisa di larutan mdpi.com mdpi.com.

Pretreatment kimia untuk bijih carbonaceous

Flotasi dan “blinding” reagen sering menjadi garis depan. Valdivieso‑Bermeo dkk. (2020) memproses bijih Kolombia dengan flotasi (polimer maltodextrin untuk menekan karbon organik) lalu pencucian surfaktan (benzalkonium chloride) sebelum CIL; *preg-robbing* turun dari 39,5% ke 3,96%, memungkinkan ekstraksi emas 87,3% versus nyaris nol tanpa treatment researchgate.net. Dalam konfigurasi serupa, “blinding” ringkas dengan kerosin/solar saja menaikkan recovery ~25% (dari tak berarti ke ~25,4%), dan ketika dikombinasikan dengan resin‑in‑leach (mis. Lewatit MP‑800), recovery menembus ~99,5% researchgate.net. Dalam praktik adsorpsi, media seperti activated carbon dan ion-exchange resin memang menjadi “jalur aman” untuk mengalihkan Au dari karbon bawaan bijih ke adsorben yang bisa diregenerasi.

Penambahan reagen pretreatment memerlukan akurasi alir dan dosis (minyak, surfaktan, basa) di hulu sirkuit; perangkat seperti dosing pump penting agar konsentrasi reagen stabil pada window proses. Dalam pengadaan reagen proses dan bahan tambahan, portofolio chemicals for mining dan opsi generik bahan kimia industri relevan untuk skema flotasi, blinding, dan resin‑in‑leach tanpa mengubah flowsheet secara drastis.

Oksidasi bertekanan dan bio‑oksidasi

Oksidasi (pressure oxidation/PO di autoclave atau roasting suhu tinggi) mengoksidasi sulfida sekaligus memodifikasi karbon. Contoh rute PO pada bijih emas carbonaceous di ~200°C selama 20–100 menit dapat mengoksidasi sebagian organik freepatentsonline.com. Namun paten Barrick mencatat PO “hanya sebagian menonaktifkan” karbon aktif dan sering tidak cukup; karena itu ditambahkan “blanking” agents (kerosin atau surfaktan) untuk menonaktifkan sisa karbon freepatentsonline.com.

Bio‑oksidasi memberi rute lebih “lunak”: Tang dkk. (2020) menunjukkan, pada bijih double‑refractory, bio‑oksidasi (Acidithobacillus, Leptospirillum) menaikkan Au yang terlarutkan thiourea dari 28,7% ke 75–80% mdpi.com. Analisis mengonfirmasi terbentuknya gugus –OH/–COOH pada permukaan karbon dan degradasi ikatan organik sehingga afinitas Au menurun mdpi.com. Pada salah satu kasus, lonjakan recovery dari 28,7% ke ~80% kembali menegaskan efek pretreatment ini.

Kondisioning kaustik suhu tinggi (HiTeCC)

HiTeCC (high‑temperature caustic conditioning) mengekstrak sebagian Au yang terikat pada karbon ore melalui pelindian NaOH suhu tinggi. Pieterse (2020) menjelaskan, perlakuan CIL residue atau slurry bijih preg‑robbing dengan kaustik pada temperatur tinggi memungkinkan Au terdesorpsi dari karbon ore dan re‑adsorb ke karbon segar repository.up.ac.za. Uji awal menunjukkan sebagian Au yang “dicuri” bisa dipanen kembali—preg‑robbing dipandang “sebagian reversible” dalam kondisi kaustik panas repository.up.ac.za.

Lixiviant alternatif dan penempatan adsorben

Selain sianida, pelarut non‑cyanide seperti tiosulfat atau tiourea kadang menunjukkan perilaku adsorpsi berbeda terhadap karbon. Paten proses Barrick (1996) mengombinasikan pressure‑oxidation dengan ammoniacal thiosulfate pada pH netral untuk menghindari kehilangan Au freepatentsonline.com. Di sisi produk, ketersediaan media karbon aktif dan resin penukar ion memberi keleluasaan menempatkan adsorben dengan afinitas tinggi tepat di mana Au keluar dari matriks ore.

Gangue pengonsumsi asam pada leaching tembaga

Dalam leaching tembaga, karbonat (calcite CaCO₃, dolomite CaMg(CO₃)₂) dan silikat (lempung, feldspar, mica, chlorite, amphibole) mengonsumsi H₂SO₄, menaikkan pH dan memicu presipitasi garam logam. “Calcite ... sangat reaktif terhadap asam” dan “larut sempurna bahkan dalam asam sulfat sangat encer” mdpi.com. Secara praktik, tiap 1% CaCO₃ di bijih kira‑kira butuh ~10 kg H₂SO₄/t untuk netralisasi (stoikiometri: CaCO₃ + H₂SO₄ → CaSO₄ + CO₂ + H₂O), sehingga 5–10% calcite bisa “memakan” 50–100 kg H₂SO₄/t sebelum Cu terlarut. Dolomite/magnesite memiliki beban serupa per unit CaMg(CO₃)₂. Silikat lebih lambat bereaksi, namun melepaskan Mg/Fe/Al, mengikat asam, membentuk gel silika atau sulfat Fe/Mg mdpi.com mdpi.com. Perubahan kecil pada komposisi gangue saja bisa mengubah kebutuhan asam dan recovery secara signifikan mdpi.com.

Secara kuantitatif, Azmayandeh dkk. (2017) pada uji botol pH ~1 terhadap bijih Cu berkarbonat mencatat kebutuhan 93–107 kg H₂SO₄/t untuk ~60% ekstraksi Cu researchgate.net, sedangkan uji kolom jangka lebih panjang tetap memerlukan 18–54 kg/t researchgate.net. “Ratusan kg per ton” pada bijih sangat kaya karbonat atau lempung memang sering jadi alasan menolak heap leach; keberadaan calcite/silikat bisa memperlambat leach karena presipitasi gipsum atau pembentukan gel silika, sekaligus mendongkrak kebutuhan asam researchgate.net.

Pretreatment kimia untuk memangkas acid consumption

Paten Barrick/SRN (2009) tentang pengendalian asam dalam PO menguraikan skema: *float* bijih untuk memisahkan fraksi “acid consumer” (karbonat, karbon humik) ke aliran tailing terpisah; tailing kaya calcite/dolomite itu lalu dipakai sesudah autoclave untuk menetralkan asam hasil oksidasi sulfida. Mereka bahkan mengusulkan mengontakkan off‑gas kolom panas dengan tailing agar panas mempercepat pelepasan gas dan karbonat hangat sebagian menetralkan asam saat dicampurkan ke slurry teroksidasi. Hasil pengujian menunjukkan kebutuhan kapur netralisasi bisa terpangkas separuh, dan konsumsi asam total turun ~50% patentsencyclopedia.com patentsencyclopedia.com patentsencyclopedia.com.

Tanpa flotasi pun, pre‑leach asam sederhana membantu. Untuk bijih berkalsit, slurry dapat dipretreat dengan H₂SO₄ sebelum PO agar karbonat ternetralisasi dan umpan autoclave tetap asam freepatentsonline.com. Dalam heap leach, pembasahan awal dengan asam encer (pad‑acid/acid rinse) berpotensi melarutkan sebagian besar karbonat (termasuk karbonat Cu sekunder seperti malachite) sehingga acid demand sesi utama turun. Paten yang sama juga menekankan, bila sulfida cukup untuk menghasilkan keasaman, netralisasi pasca‑autoclave dengan kapur/batu kapur akan mengendapkan CaSO₄ (gipsum) ketimbang membiarkan asam bebas masuk ke fase leach freepatentsonline.com.

Pengondisian asam, aglomerasi, dan trade‑off proses

Kimia aglomerasi bisa diatur ulang. Proses CuproChlor (binder CaCl₂) memang bukan khusus untuk gangue, namun contoh bahwa medium klorida dapat melindi chalcopyrite dengan agresif, sebagian “melepas” ketergantungan pasokan asam—meski gipsum tetap mengendap. Secara langsung, penambahan garam pelepas sulfat (mis. CuSO₄ atau Fe₂(SO₄)₃) saat aglomerasi dapat “mendaur ulang” asam di dalam heap, mengompensasi netralisasi oleh karbonat. Prinsipnya: semua asam yang masuk sebaiknya memecahkan Cu, bukan habis untuk gangue.

Pada praktik battery‑leach bijih oksida, fase “conditioning” singkat dengan H₂SO₄ mengeluarkan pengotor pengonsumsi asam (karbonat, sebagian lempung sebagai Al terlarut). Di data Azmayandeh dkk., menaikkan konsentrasi irigasi dari 7→11 g/L H₂SO₄ meningkatkan recovery Cu dari ~25,5% ke ~58,9%, tetapi konsumsi asam melonjak dari 18 ke 54 kg/t researchgate.net researchgate.net. Kontrol dosis asam dan garam selama aglomerasi dan irigasi heap menuntut presisi peralatan—fungsi tipikal dari pompa dosing kimia.

Karakterisasi mineralogi sebagai pemandu proses

Karena konsumsi asam berdampak ekonomi dan lingkungan, industri berinvestasi pada skrining mineralogi (XRD, QEMSCAN) di awal untuk mengkuantifikasi karbonat/lempung dan memutuskan pre‑netralisasi atau selective mining mdpi.com. Literatur menekankan bahwa “pretreatment yang tepat” mampu memendekkan siklus dan menurunkan konsumsi asam; satu studi menegaskan aglomerasi/curing yang benar membuat heap lebih pendek dan acid use lebih rendah mdpi.com. Bila beban gangue terlalu berat untuk ditangani pretreatment, opsi proses alternatif (mis. rute non‑leach) kerap dipilih.

Ringkasan dampak dan hasil yang dilaporkan

Pada emas, bijih kaya karbon bawaan perlu pra‑flotasi, oksidasi, atau “blinding” kimia—tanpanya, >50% Au bisa hilang ke matriks ore gmj.umat.edu.gh freepatentsonline.com. Data yang dilaporkan dramatis: flotasi + surfaktan menurunkan preg‑robbing dari ~40% ke <4% researchgate.net; hanya ~0,13% Au tertinggal di larutan (setara ~99,9% recovery) mdpi.com; kombinasi minyak/resin mencapai ~99,5% recovery dibanding nyaris nol tanpa treatment researchgate.net. Pada tembaga, bahkan beberapa persen karbonat berarti puluhan kg H₂SO₄/t; skema kimia seperti pre‑leach asam, pemisahan gangue, dan penggunaan buffer salts dapat menekan acid demand—misalnya, netralisasi memakai tailing yang dihangatkan memangkas konsumsi ~50% patentsencyclopedia.com. Pemilihan strategi bergantung pada mineralogi ore—butuh karakterisasi analitis dan uji skala kecil—agar target bisnis (maksimalkan Au di dore, minimalkan asam di limbah) tercapai.

Sumber dan rujukan teknis

Basis data teknis dan laporan industri mencakup: Amankwah dkk. (2017) tentang bijih emas carbonaceous gmj.umat.edu.gh gmj.umat.edu.gh; Mubarok & Irianto (2016) tentang blinding/surfaktan dan resin‑in‑leach researchgate.net; Valdivieso‑Bermeo dkk. (2020) tentang flotasi + surfaktan researchgate.net; Tang dkk. (2020) bio‑oksidasi mdpi.com; Ocampo‑López dkk. (2024) tentang PAcC/CIL mdpi.com mdpi.com. Untuk heap leach Cu: Chetty (2018) mdpi.com mdpi.com; Azmayandeh dkk. (2017) uji kolom researchgate.net researchgate.net; tinjauan proses pretreatment/aglomerasinya mdpi.com; serta paten Barrick (1996/2009) untuk jalur PO dan pengelolaan asam freepatentsonline.com freepatentsonline.com freepatentsonline.com patentsencyclopedia.com patentsencyclopedia.com patentsencyclopedia.com. Setiap rujukan di atas disematkan pada klaim angka/teknis terkait.